Mereka Bicara Salafi / Wahabi Teroris [Terorisme]

Tanya: Memang Aku Seorang Teroris / Terorisme Salafy / Wahaby !?

Antara Teroris,Bom,Ideologi dan Salafi / Wahabi

Sebelumnya,sejenak penulis ingin sedikit memberikan sebuah asumsi mengenai penisbatan sebuah nama 'wahabi'.Sebenarnya penamaan wahabi yang tercantum dalam artikel ini merupakan 'kesengajaan' yang dilakukan penulis yang bertujuan untuk menepis fitnah bahwa salafy adalah wahaby / wahabisme.

Kita tahu,SEMUA situs dan blog-blog pembenci manhaj salaf PASTI menggunakan kata /sebutan / penisbatan dan nama 'WAHABI' dalam menjuluki manhaj yang haq ini.Kenapa? ya,itulah senjata mereka satu-satunya.

Meskipun sudah tegak dalil,bahkan sudah dijelaskan bahwa firqoh sesat 'wahabi' bukanlah dakwah yang dibawakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab,tetap saja para penentang sunnah-sunnah Rasululloh bersi kukuh terhadap pendapatnya.
Semoga kita dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai hamba yang diberi hidayah,dijadikan golongan orang-orang yang beruntung dan senantiasa takut serta taqwa kepada-Nya.

Bukankah fitnah terhadap syekh Muhammad bin Abdul Wahab terlihat 'menggelikan' karena beliau adalah penerus dakwah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah? yang mana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah seorang figur yang tegas dalam mempelajari sanad hadits dan tak ada pertentangan dengan madzhab yang empat?

Lalu,ditujukan untuk siapa nama 'WAHABI' ini? menggelikan bukan?
Tapi,sebagai umat muslim sudah seharusnya kita lalu tidak mau menjelaskan secara 'adab islami' kepada mereka yang belum memahaminya maupun kepada mereka yang telah taklid dalam golongannya.

Islam ini agama rahmat bukan,dakwah Islam harus tetap disampaikan dengan cara yang baik namun tetap tegas dalam penyampaiannya.

Kini kita kembali pada pokok diskusi,yakni kaitannya dengan masalah Memang Aku Seorang Teroris / Terorisme Salafy / Wahaby !?

Judul tersebut adalah sebuah PERTANYAAN,bukan PENISBATAN ya akhi,sesuai dengan keinginan penulis bahwa artikel ini dipublikasikan adalah untuk merenungi sejauh mana pemahaman kita mengenai ISU TEROR / TERORISME yang saat ini sedang 'dinikmati' oleh para pelopornya.

Teror / Teroris / Terorisme,bagaimana anda memahami kata tersebut?
Bukankah makna teror adalah sebuah praktek untuk memberikan rasa takut / menakut-nakuti?
Lalu bagaimana pendapat anda tentang banyak munculnya situs jejaring sosial,pornografi dalam tayangan televisi,penggeseran ideologi para remaja dalam menjauhkan ilmu tauhid,sebuah kemajuan atau sebuah teror yang nyata namun tidak kita sadari?

Semua akan mengatakan,'hal tersebut tergantung bagaimana seseorang dalam menyikapinya',betul bukan saudaraku?
Ya,itulah dasar sebuah taklid dari sikap asal egoisme seorang manusia dan kita rasa itu rahasia umum merupakan sesuatu hal yang dapat dimaklumi.

Mari Gali Pemahaman Kita tentang Makna Terorisme

Di bagian footer artikel ini,kami publikasikan beberapa video yang telah saya edit dari rekaman Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi حفظه الله (tanpa merubah tujuan dakwah beliau pent-) tentang 'terorisme'.

Harapan penulis,dari beberapa video tersebut dapat memberikan pengetahuan dasar tentang syari'at Islam yang benar kaitannya dengan dunia 'Jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala'.

Pernah sebelumnya saya temui di beberapa blog penghujat manhaj salaf (mereka pasti mencantumkan nama 'wahabi') dan mereka mengatakan bahwa 'salafi' adalah khawarij (aliran dalam islam yang melampaui batas).
Mengapa? Apakah dari penampilan fisik berjenggot dan bercadar selalu diindikasikan dengan 'teroris'?
Bukan.
Ya,dalil mereka adalah :

'..akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala; mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad.'
(HR Muslim 1762)

Betul sahih hadits tersebut saudaraku,TAPI yang menjadi pertanyaan kita adalah;

-Apakah dalam hadits tersebut menyebutkan bahwasannya 'orang-orang' yang dimaksud adalah seseorang yang mencoba kaffah dalam Islam?
-Apakah 'orang-orang' yang dimaksud adalah orang yang berjenggot dan bercadar? (meskipun para nabi dan sahabat memelihara jenggot mereka,banyak hadits shahih yang menjelaskan dan memerintahkannya pent-).
-Bagaimana orang-orang yang melantunkan Al-Qur'an hanya untuk 'hiburan'?
-Apakah hadits tersebut memberikan indikasi bahwa orang-orang seharusnya belajar Islam hanya setengah-setengah (sehingga mereka tidak dikategorikan dalam orang-orang yang 'pandai' membaca Al-Qur'an pent-)?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebaiknya kita tidak lantas menuduh seseorang sebagai khawarij.Karena khawarij adalah orang yang melampaui batas meskipun mereka menggunakan dalil yang sama.
Fakta yang terjadi di 'lapangan' adalah tuduhan 'khawarij' dinisbatkan pada manhaj salaf bukan?

Bingung?

Ini adalah penjelasan bahwa 'dalil' yang mereka (khawarij) bawa adalah benar,tapi dalam memahami sebuah dalil mereka (khawarij) salah (melampaui batas).
Namun kita lihat,mereka para penghujat manhaj salaf menisbatkan khawarij pada orang-orang yang "bercelana ngatung,berjenggot,meninggalkan tahlilan dan menjauhi bid'ah".
Bukankah 'khawarij' dalam hadits diatas adalah orang-orang yang pandai dalam Islam namun tak melewati kerongkongan mereka? Bukan orang-orang yang mengajak pada sunnah dan menjauhi bid'ah?

Intinya saudaraku,makar kaum kuffar dalam mengadu domba sesama muslim kini telah menuai hasilnya,untuk itu,istiqamah,bersabar dan berdo'a serta terus mencari jalan kebenaran (ingat saudaraku,tujuan seorang muslim adalah akhirat) adalah hal terbaik yang seharusnya kita lakukan.

Jangan berharap kita dapat 'merubah' seseorang,tapi yakinlah bahwa pahala akan menyertai kita saat kita menyampaikan dien dengan mengarap ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.

Berikut beberapa video yang berhasil saya dari rekaman Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi حفظه الله (tanpa merubah tujuan dakwah beliau pent-) tentang 'terorisme' menjadi beberapa bagian:

  1. #1 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - kabar gembira dan fitnah!
  2. #2 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - dalil islam ini asing!
  3. #3 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - inilah teroris!
  4. #4 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - islam adalah agama rahmat!
  5. #5 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jihad yg melampaui batas!
  6. #6 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - bolehkah mendzalimi hewan sekalipun?
  7. #7 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - bgmn jihad yang benar!
  8. #8 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - salah paham dlm berjihad!
  9. #9 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - iming2 pengantin bidadari!
  10. #10 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - pemerintah dan teror!
  11. #11 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir pertama!
  12. #12 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir kedua!
  13. #13 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir ketiga!
  14. #14 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir ke empat!
  15. #15 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - target jihad mereka!
  16. #16 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - beginilah seharusnya seorang muslim!
baca selengkapnya » Mereka Bicara Salafi / Wahabi Teroris [Terorisme]

Sejarah : Peristiwa Pembelahan Dada Rasululloh Muhammad صلى الله عليه وسلم Bag.2


Sambungan dari Sejarah : Peristiwa Pembelahan Dada Rasululloh Muhammad صلى الله عليه وسلم Bag.1

Pembelahan dada Rasululullah Shallallahu 'alaihi wa salam pada malam Isra'

Para ulama hadits dan sejarawan Islam menyebutkan bahwa dada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam kembali dibelah pada malam Isra'.
Dada beliau dicuci dengan air Zamzam kemudian dipenuhi dengan hikmah dan keimanan. Setelah itu beliau melakukan Isra' dan Mi'raj bersama malaikat Jibril dengan mengendarai kuda tunggangan bernama Buraq.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan peristiwa itu sebagai berikut:


عَنْ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " بَيْنَا أَنَا عِنْدَ البَيْتِ بَيْنَ النَّائِمِ، وَاليَقْظَانِ - وَذَكَرَ: يَعْنِي رَجُلًا بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ -، فَأُتِيتُ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ، مُلِئَ حِكْمَةً وَإِيمَانًا، فَشُقَّ مِنَ النَّحْرِ إِلَى مَرَاقِّ البَطْنِ، ثُمَّ غُسِلَ البَطْنُ بِمَاءِ زَمْزَمَ، ثُمَّ مُلِئَ حِكْمَةً وَإِيمَانًا، وَأُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، دُونَ البَغْلِ وَفَوْقَ الحِمَارِ: البُرَاقُ، فَانْطَلَقْتُ مَعَ جِبْرِيلَ حَتَّى أَتَيْنَا السَّمَاءَ الدُّنْيَا،

Dari Anas bin Malik dari Malik bin Sha'sha'ah radhiyallahu 'anhuma berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Ketika aku sedang berada di Baitullah (Masjidil Haram) dalam keadaan antara tidur dan bangun, maka dibawakan kepadaku sebuah wadah yang terbuat dari emas, penuh berisikan hikmah dan keimanan. Maka dibelah dadaku dari leher sampai bagian bawah perutku, kemudian perutku dicuci dengan air zamzam, lantas dipenuhi dengan hikmah dan keimanan.
Setelah itu dibawa kepadaku sebuah kendaraan berwarna putih, yang lebih pendek dari bighal namun lebih tinggi dari keledai, yaitu kendaraan Buraq. Maka aku berangkat bersama malaikat Jibril sampai ke langit dunia…."

(HR. Bukhari no. 3207 dan Muslim no. 164)

Dalam riwayat lain, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menuturkan:

لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَسْجِدِ الكَعْبَةِ، أَنَّهُ جَاءَهُ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ قَبْلَ أَنْ يُوحَى إِلَيْهِ وَهُوَ نَائِمٌ فِي المَسْجِدِ الحَرَامِ، فَقَالَ أَوَّلُهُمْ: أَيُّهُمْ هُوَ؟ فَقَالَ أَوْسَطُهُمْ: هُوَ خَيْرُهُمْ، فَقَالَ آخِرُهُمْ: خُذُوا خَيْرَهُمْ، فَكَانَتْ تِلْكَ اللَّيْلَةَ، فَلَمْ يَرَهُمْ حَتَّى أَتَوْهُ لَيْلَةً أُخْرَى، فِيمَا يَرَى قَلْبُهُ، وَتَنَامُ عَيْنُهُ وَلاَ يَنَامُ قَلْبُهُ، وَكَذَلِكَ الأَنْبِيَاءُ تَنَامُ أَعْيُنُهُمْ وَلاَ تَنَامُ قُلُوبُهُمْ، فَلَمْ يُكَلِّمُوهُ حَتَّى احْتَمَلُوهُ، فَوَضَعُوهُ عِنْدَ بِئْرِ زَمْزَمَ، فَتَوَلَّاهُ مِنْهُمْ جِبْرِيلُ، فَشَقَّ جِبْرِيلُ مَا بَيْنَ نَحْرِهِ إِلَى لَبَّتِهِ حَتَّى فَرَغَ مِنْ صَدْرِهِ وَجَوْفِهِ، فَغَسَلَهُ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ بِيَدِهِ، حَتَّى أَنْقَى جَوْفَهُ، ثُمَّ أُتِيَ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ فِيهِ تَوْرٌ مِنْ ذَهَبٍ، مَحْشُوًّا إِيمَانًا وَحِكْمَةً، فَحَشَا بِهِ صَدْرَهُ وَلَغَادِيدَهُ - يَعْنِي عُرُوقَ حَلْقِهِ - ثُمَّ أَطْبَقَهُ ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا

"Awal mula malam Isra' Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam dari Masjid Ka'bah adalah ada tiga orang (malaikat) yang datang kepada beliau sebelum beliau diberi wahyu, pada saat itu beliau sedang tidur di Masjidil Haram. Salah seorang (malaikat) itu bertanya, "Siapakah ia di antara mereka?" Orang (malaikat) kedua menjawab, "Ia adalah orang yang terbaik di antara mereka." Orang (malaikat) ketiga berkata: "Bawalah orang yang terbaik di antara mereka!" Itulah kejadian malam itu.

Beliau tidak melihat mereka sampai datang suatu malam, saat itu beliau dalam keadaan mata terpejam namun hati tidak tidur, dan hati para nabi tidak pernah tidur. Mereka tidak mengajaknya berbicara, karena mereka langsung mengangkatnya dan membaringkannya di dekat sumur Zamzam. Jibril sendiri yang mengurusnya langsung. Jibril membelah antara leher bagian atas sampai tempat kalung di leher bagian bawah, sampai selesai membelah dada dan hatinya.

Jibril mencucinya dengan tangannya sendiri menggunakan air Zamzam, sehingga ia selesai membersihkan hatinya. Kemudian dibawakan sebuah wadah yang terbuat dari emas, padanya ada tempat air yang juga terbuat dari emas, yang dipenuhi dengan hikmah dan keimanan. Jibril lantas memenuhi dadanya dan urat-urat kerongkongannya dengan hikmah dan keimanan, baru setelah itu mengembalikannya seperti sedia kala. Setelah itu Jibril membawanya naik ke langit dunia…"

(HR. Bukhari no. 7517 dan Muslim no. 162)

Dikutip dari berbagai sumber.
baca selengkapnya » Sejarah : Peristiwa Pembelahan Dada Rasululloh Muhammad صلى الله عليه وسلم Bag.2

Sejarah : Peristiwa Pembelahan Dada Rasululloh Muhammad صلى الله عليه وسلم Bag.1

Sejarah : Peristiwa Pembelahan Dada Rasululloh Muhammad صلى الله عليه وسلم Bag.1

Para pakar sejarah dan ulama hadits menyebutkan bahwa sudah menjadi kebiasaan bangsa Arab yang hidup menggembala ternak di daerah pedalaman untuk menawarkan jasa menyusukan bayi ke daerah 'perkotaan' bangsa Arab. Dari menyusui bayi orang-orang Arab yang hidup di 'perkotaan' itulah, orang-orang Arab pedalaman itu mendapatkan tambahan penghasilan.

Suatu kali daerah pedalaman mengalami masa paceklik panjang. Rumput-rumput hangus terbakar panas matahari, sumber-sumber air mengering, dan peternakan di ambang kemusnahan. Suku Bani Sa'ad bin Bakar yang hidup di pedalaman dari peternakan mau tak mau harus mencari jalan keluar dari bencana kekeringan dan kelaparan yang telah nampak di depan mata mereka.

Bersama para suami, kaum istri dari suku Bani Sa'ad bin Bakar berangkat ke kota Makkah untuk menawarkan jasa menyusui bayi-bayi penduduk Makkah. Di antara para ibu di kota Makkah yang menawarkan bayinya untuk disusukan, nampak Aminah binti Wahab yang menawarkan bayinya bernama Muhammad kepada para wanita Bani Sa'ad. Satu per satu wanita Bani Sa'ad mendapat tawaran menyusui Muhammad, namun satu per satu pula mereka menolak tawaran itu.

Halimah binti Harits, wanita terakhir dalam rombongan Bani Sa'ad itu juga menolak tawaran itu. Mereka semua memiliki pemikiran yang sama, "Bayi ini sudah tidak memiliki ayah lagi. Apa yang bisa diperbuat oleh ibunya? Bagaimana ia akan membayar biasa penyusuan bayinya?" Ya, wanita-wanita Arab dusun itu datang untuk menawarkan jasa penyusuan, demi mendapatkan rizki penyambung kehidupan mereka. Jika orang tua yang menawarkan bayinya tidak memiliki kepala keluarga yang memberi jaminan nafkah, lantas siapa yang akan membayar jasa penyusuan bayi itu?

Satu per satu wanita Arab dari dusun itu mendapatkan seorang bayi yang akan disusuinya. Hanya tinggal Halimah binti Harits seorang yang belum juga mendapatkan bayi yang dimaksudkan. Mereka semua hendak kembali pulang ke perkampungan Bani Sa'ad bin Bakar. Melihat keadaan yang demikian itu, Halimah tidak ingin pulang kampung dengan tangan hampa. Kepada suaminya, Harits bin Abdul Uzza, ia pun mengatakan, "Jika aku membawa bayi yang yatim itu tentu lebih baik daripada aku pulang tanpa membawa seorang bayi pun untuk aku susui." Dengan alasan itu, ia pun menemui Aminah binti Wahab dan membawa pulang bayi yatim bernama Muhammad bin Abdullah itu.

Halimah binti Harits As-Sa'diyah menuturkan kisahnya, "Aku pun tiba di tendaku. Saat itu aku memiliki seorang bayi yang masih kecil, demi Allah, ia tidak bisa tidur karena kelaparan. Begitu aku menaruh Muhammad pada putting payudaraku, ia dan anakku segera menyusu dengan puas sesuai kehendak Allah sampai ia kenyang dan saudara sesusuannya kenyang, lalu keduanya tertidur. Suamiku lalu mendatangi seekor kambing kami yang, demi Allah, semula tidak mengeluarkan susu walau hanya setetes. Begitu tangannya memegang puting susu kambing itu, ternyata putting itu penuh, sehingga suamiku bisa memeras susunya dengan deras. Suamiku pun datang kepadaku dan berkata: 'Demi Allah, wahai putri Abu Dzuaib, aku yakin bayi yang baru saja kita bawa ini adalah bayi yang diberkahi."

Suamiku lantas menceritakan peristiwa kambing kami yang kurus dan baru saja diperas susunya dengan deras. Aku pun menceritakan kepadanya puting susuku yang mengenyangkan kedua anak ini. Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan pulang ke kampung kami. Aku mengendarai seekor keledai kami yang kurus. Demi Allah, ia begitu kurus sehingga kalah dari semua keledai lainnya. Ketika aku pun menaruh Muhammad di atas keledaiku, tiba-tiba keledaiku mampu berjalan mendahului unta-unta orang lain. Orang-orang kaget dengan peristiwa itu dan berkomentar, "Demi Allah, keledaimu ini memiliki keajaiban."

Kami pun tiba di negeri kami, negeri Sa'ad bin Bakar. Demi Allah, kami hanya mendapatkan berkah semata dari Allah. Sampai-sampai penggembala keluarga kami pulang dengan menggiring kambing-kambing kami yang kekenyangan. Padahal kambing-kambing orang-orang dari suku kami pulang dalam keadaan kurus dan lapar. Kambing-kambing mereka juga tidak mengeluarkan air susu walau hanya setetes. Mereka pun berkata, "Bagaimana kalian ini, gembalakan kambing-kambing kalian di tempat penggembala putri Abu Dzuaib menggembalakan kambing-kambingnya!"

Suatu hari anakku dan Muhammad bermain-main bersama kambing-kambing kami di belakang tenda kami. Tiba-tiba anakku datang tergesa-gesa dan berkata, "Anak suku Quraisy itu telah dibunuh!" Aku dan suamiku segera mencarinya ke belakang rumah. Ia menemui kami dengan raut wajah yang pucat. Aku dan suamiku bergantian memeluknya.

Beberapa saat kemudian kami bertanya kepadanya, "Engkau kenapa?" Ia hanya bisa menjawab, "Aku tidak tahu. Tadi ada dua orang datang kepadaku, lalu keduanya membelah perutku dan mencucinya."

Mendengar ceritanya itu, suamiku berkata, "Aku kira anak ini diserang (jin). Segeralah engkau mengembalikan anak ini kepada keluarganya, sebelum urusannya semakin besar saat berada di sini." Suamiku terus mendesakku untuk berangkat ke Makkah. Atas desakan itu, aku segera membawanya kepada ibunya.
"Sebagai ibu susuannya, aku telah menyapihnya. Aku khawatir ia terkena musibah, untuk itu terimalah ia kembali."

Ibunya bertanya, "Kenapa engkau tidak ingin merawatnya lebih lama? Bukankah dahulu engkau meminta kepadaku agar ia engkau bawa saja? Mungkin engkau mengkhawatirkan setan menyerang anakku ini. Janganlah khawatir, anakku ini dilindungi dari setan. Aku akan memberitahukan kepadamu, saat aku melahirkannya, aku melihat dari tubuhku keluar sebuah cahaya yang menerangi istana-istana Bushra di negeri Syam."
(HR. Abu Ya'la, Ath-Thabarani dan Abu Nu'aim Al-Asbahani. Imam Al-Haitsami dalam Majmauz Zawaid wa Mambaul Fawaid, 8/220-221 no. 13840 mengatakan: Imam Abu Ya'la dan Ath-Thabarani meriwayatkan hadits yang semakna, dan para perawi keduanya adalah orang-orang yang tsiqah)

Peristiwa pembelahan dada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam pada masa kanak-kanak saat diasuh oleh keluarga Halimah bintu Harits As-Sa'diyah ini merupakan peristiwa yang dituturkan oleh semua sejarawan Islam. Peristiwa tersebut juga disebutkan dalam hadits-hadits shahih dan hadits-hadits lemah dari berbagai jalur periwayatan. Di antaranya diriwayatkan oleh imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu sebagai berikut:


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاهُ جِبْرِيلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَلْعَبُ مَعَ الْغِلْمَانِ، فَأَخَذَهُ فَصَرَعَهُ، فَشَقَّ عَنْ قَلْبِهِ، فَاسْتَخْرَجَ الْقَلْبَ، فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ عَلَقَةً، فَقَالَ: هَذَا حَظُّ الشَّيْطَانِ مِنْكَ، ثُمَّ غَسَلَهُ فِي طَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ بِمَاءِ زَمْزَمَ، ثُمَّ لَأَمَهُ، ثُمَّ أَعَادَهُ فِي مَكَانِهِ، وَجَاءَ الْغِلْمَانُ يَسْعَوْنَ إِلَى أُمِّهِ - يَعْنِي ظِئْرَهُ - فَقَالُوا: إِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ قُتِلَ، فَاسْتَقْبَلُوهُ وَهُوَ مُنْتَقِعُ اللَّوْنِ "، قَالَ أَنَسٌ: «وَقَدْ كُنْتُ أَرَى أَثَرَ ذَلِكَ الْمِخْيَطِ فِي صَدْرِهِ».

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam didatangi oleh malaikat Jibril saat beliau sedang bermain dengan anak-anak sebayanya. Malaikat Jibril mengambil beliau, membaringkannya, membelah dadanya, mengeluarkan jantung (hati)nya dan mengeluarkan segumpal darah yang menggantung dari dalam jantung (hati)nya. Malaikat Jibril berkata, "Ini adalah bagian setan darimu."
Malaikat Jibril kemudian mencuci jantung (hati) beliau dalam sebuah wadah yang terbuat dari emas dengan air zamzam, kemudian menyatukan jantung (hati)nya dan mengembalikannya ke tempatnya semula.
Anak-anak sebaya yang bermain bersama beliau bergegas mendatangi ibu susuan beliau dan berkata, "Muhammad telah dibunuh!" Maka mereka beramai-ramai mendatangi beliau dan saat itu wajah beliau berubah pucat karena takut. Anas bin Malik, "Saya telah melihat bekas jahitan itu pada dada beliau."


(HR. Muslim no. 162, Ahmad no. 12221, 12506 dan 14069, Abu Ya'la no. 3374 dan 3507, Ibnu Hibban no. 6334, Abd bin Humaid no. 1308, dan Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah no. 3708)

Hadits shahih lainnya tentang hal itu diriwayatkan oleh imam Ibnu Ishaq dan Ahmad dari Khalid bin Ma'dan dari beberapa orang sahabat radhiyallahu 'anhum sebagai berikut:



وَقَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ: حَدَّثَنِي ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ قَالُوا لَهُ: أَخْبِرْنَا عَنْ نَفْسِكَ.

قَالَ: " نعم أَنا دَعْوَة أَبى إِبْرَاهِيم وَبُشْرَى عِيسَى عَلَيْهِمَا السَّلَامُ، وَرَأَتْ أُمِّي حِينَ حَمَلَتْ بِي أَنَّهُ خَرَجَ مِنْهَا نُورٌ أَضَاءَتْ لَهُ قُصُورُ الشَّامِ، وَاسْتُرْضِعْتُ فِي بَنِي سَعْدِ بْنِ بَكْرٍ، فَبَيْنَا أَنَا فِي بَهْمٍ لَنَا أَتَانِي رَجُلَانِ عَلَيْهِمَا ثِيَابٌ بِيضٌ مَعَهُمَا طَسْتٌ مِنْ ذَهَبٍ مَمْلُوءٌ ثَلْجًا، فَأَضْجَعَانِي فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَأَخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَةً سَوْدَاءَ فَأَلْقَيَاهَا، ثُمَّ غَسَلَا قَلْبِي وَبَطْنِي بِذَلِكَ الثَّلْجِ، حَتَّى إِذَا أَنْقَيَاهُ
رَدَّاهُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: زِنْهُ بِعَشَرَةٍ مِنْ أُمَّتِهِ.

فَوَزَنَنِي بِعَشَرَةٍ فَوَزَنْتُهُمْ، ثُمَّ قَالَ: زِنْهُ بِمِائَةٍ مِنْ أُمَّتِهِ.

فَوَزَنَنِي بِمِائَةٍ فَوَزَنْتُهُمْ. ثُمَّ قَالَ زِنْهُ بِأَلْفٍ مِنْ أُمَّتِهِ.

فَوَزَنَنِي بِأَلْفٍ فوزنتهم، فَقَالَ: دَعه عَنْك، فو وَزَنْتَهُ بِأُمَّتِهِ لَوَزَنَهُمْ ".

Imam Ibnu Ishaq berkata, "Tsaur bin Yazid menceritakan kepadaku dari Khalid bin Ma'dan dari beberapa orang sahabat radhiyallahu 'anhum, bahwasanya mereka pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam, "Beritahukanlah perihal Anda kepada kami!"
Beliau menjawab, "Baiklah. Aku adalah buah dari doa nabi Ibrahim dan kabar gembira nabi Isa 'alaihimas salam. Ketika ibuku mengandungku, ia melihat dari tubuhnya keluar sebuah cahaya yang menerangi istana-istana di negeri Syam. Aku kemudian disusukan pada Bani Sa'd bin Bakar. Suatu hari ketika aku sedang berada di belakang kandang kambing-kambing kami, tiba-tba datang kepadaku dua orang laki-laki yang memakai pakaian putih. Keduanya membawa sebuah wadah yang terbuat dari emas dan penuh berisikan es. Keduanya membaringkan diriku, membelah perutku, kemudian mengeluarkan jantung (hati)ku, lalu membelahnya dan mengeluarkan dari dalamnya satu gumpalan darah hitam, lalu keduanya membuangnya. Keduannya lalu mencuci jantung (hati)ku dan perutku dengan air es. Ketika keduanya telah selesai mencucui sampai bersih, keduanya mengembalikannya seperti semula.
Salah seorang di antara keduanya lalu berkata kepada kawannya, "Timbanglah ia dengan sepuluh orang dari umatnya!"
Ia pun menimbang diriku dengan sepuluh orang umatku, ternyata bobotku lebih berat daripada bobot mereka.
Salah seorang di antara keduanya lalu berkata kepada kawannya, "Timbanglah ia dengan seratus orang dari umatnya!"
Ia pun menimbang diriku dengan seratus orang umatku, ternyata bobotku lebih berat daripada bobot mereka.
Salah seorang di antara keduanya lalu berkata kepada kawannya, "Timbanglah ia dengan seribu orang dari umatnya!"
Ia pun menimbang diriku dengan seribu orang umatku, ternyata bobotku lebih berat daripada bobot mereka.
Salah seorang di antara keduanya lalu berkata kepada kawannya, "Biarkanlah ia, sebab seandainya engkau menimbang dirinya dengan seluruh umatnya, niscaya bobotnya lebih berat daripada bobot mereka semua."


(HR. Ibnu Ishaq dalam Sirah Ibnu Ishaq, 1/51. Imam Ibnu Katsir dalam As-Sirah An-Nabawiyah, 1/227-228 berkata: Sanad hadits ini bagus dan kuat)

Hadits-hadits tentang peristiwa itu juga diriwayatkan oleh imam Ad-Darimi, Al-Hakim, Ibnu Khuzaimah, Abu Nu'aim Al-Asbahani, Al-Baihaqi, Ibnu 'Asakir, Ibnu Abi Ashim dan lain-lain. Kebenaran berita tentang hal itu tidak diragukan lagi. Semua kitab sirah nabawiyah juga telah menyebutkannya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam antara lain menuturkan:



فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: افْلِقْ صَدْرَهُ. فَهَوَى أَحَدُهُمَا إِلَى صَدْرِي فَفَلَقَهَا فِيمَا أَرَى بِلَا دَمٍ وَلَا وَجَعٍ، فَقَالَ لَهُ: أَخْرِجِ الْغِلَّ وَالْحَسَدَ. فَأَخْرَجَ شَيْئًا كَهَيْئَةِ الْعَلَقَةِ، ثُمَّ نَبَذَهَا فَطَرَحَهَا، فَقَالَ لَهُ: أَدْخِلِ الرَّحْمَةَ وَالرَّأْفَةَ. فَإِذَا مِثْلُ الَّذِي أَخْرَجَ شَبِيهَ الْفِضَّةِ، ثُمَّ هَزَّ إِبْهَامَ رِجْلِي الْيُمْنَى فَقَالَ: اغْدُ وَاسْلَمْ. فَرَجَعْتُ بِهَا أَغْدُو بِهَا رِقَّةً عَلَى الصَّغِيرِ وَرَحْمَةً عَلَى الْكَبِيرِ» ".

"Salah seorang (malaikat) itu berkata kepada kawannya (malaikat lainnya): "Belahlah dadanya!" Maka salah satu dari keduanya mendekat kepada dadaku dan membelahnya, tanpa keluar darah dan tanpa ada rasa sakit. Kawannya berkata, "Keluarkanlah kedengkian dan rasa iri!" Maka kawannya mengeluarkan sesuatu seperti segumpal darah hitam dan membuangnya. Kawannya berkata kembali, "Masukkan kepadanya rasa kasih sayang dan rasa cinta!" Ternyata seperti yang dikeluarkan, menyerupai perak. Ia kemudian menggoyang-goyang jempol kaki kananku dan berkata: "Pulanglah dengan selamat!" Maka aku pun kembali dengan selamat, sehingga aku menjadi orang yang mengasihi anak-anak dan menyayangi orang-orang tua."


(HR. Abdullah bin Ahmad, imam Al-Haitsami dalam Majmauz Zawaid wa Mambaul Fawaid, 8/223 no. 13843 berkata: Diriwayatkan oleh Abdullah (bin Ahmad) dan para perawinya tsiqah, dan mereka dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban)

Hadits riwayat Abdullah bin Ahmad tersebut memiliki kelemahan dari sisi matan (kandungan) hadits, karena menyebutkan peristiwa pembelahan dada tersebut terjadi pada saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam berusia 10 tahun lebih beberapa bulan. Hal itu bertentangan dengan hadits-hadits shahih yang menyebutkan terjadinya peristiwa itu pada saat beliau diasuh oleh Halimah binti Harits As-Sa'diyah. Namun hadits riwayat Abdullah bin Ahmad tersebut memberikan informasi yang lebih detail tentang apa yang dikeluarkan dari hati beliau shallallahu 'alaihi wa salam dan apa yang diisikan ke dalam hati beliau.

Dalam hadits yang lain dari Anas bin Malik disebutkan apa yang diisikan ke dalam hati beliau pada peristiwa pembelahan dada yang pertama tersebut:


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَخْرَجَ حَشْوَتَهُ فِي طَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَغَسَلَهَا، ثُمَّ كَبَسَهَا حِكْمَةً وَنُورًا - أَوْ حِكْمَةً وَعِلْمًا -»

Dari Anas bin Malik dari Nabiyullah Shallallahu 'alaihi wa salam bahwasanya malaikat Jibril mengeluarkan hati beliau ke dalam sebuah wadah yang terbuat dari emas, kemudian malaikat Jibril mencucinya dan mengisinya dengan hikmah dan cahaya atau hikmah dan ilmu."


(HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 744. Imam Al-Haitsami dalam Majmauz Zawaid wa Mambaul Fawaid, 8/223 no. 13844 berkata: Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani, di dalam sanadnya ada Risydin bin Sa'ad, ia dinyatakan lemah oleh mayoritas ulama hadits)

Dikutip dari berbagai sumber.
baca selengkapnya » Sejarah : Peristiwa Pembelahan Dada Rasululloh Muhammad صلى الله عليه وسلم Bag.1

Pemahaman yang Berbeda lebih Berbahaya daripada Pemahaman yang Keliru


Bismillah - seperti yang kita tahu,begitu banyaknya aliran-aliran dalam agama namun menisbatkan dalam satu agama yakni Islam.
Pertanyaannya adalah mengapa Islam terpecah belah?

-Bukankah Islam ini adalah agama yang membawa Rahmat?
-Bukankah setiap tujuan UTAMA seorang muslim adalah akhirat?
-Bukankah Islam ini diperuntukkan untuk semua umat manusia baik yang jenius maupun bodoh,yang kaya maupun yang miskin?
-Dan bukankah Islam ini sudah SEMPURNA?
-Lalu mengapa harus terpecah belah?

Jawabannya adalah karena KEJAHILAN dan PEMAHAMAN YANG BERBEDA serta PERAN KAUM KUFFAR dalam MEMERANGI ISLAM.

-Kejahilan,ini mencakup ketidaktahuan dan penafian (penolakan karena bertentangan dengan hawa nafsunya)
-Pemahaman yang berbeda,ini mencakup masalah 'pengesahan' sebuah syari'at Islam yang hanya didasarkan pada taklid,golongan,kelompok dan fanatisme.
-Dan peran kaum kuffar ini mencakup pada praktek mereka dalam berpura-pura masuk Islam lalu merusak Islam dari dalam.

Kita kembali pada tujuan Islam diturunkan,

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembahKu”

(QS. Adz Dzariyat : 56)

Dalam hadits yang Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam meriwayatkan dari Rabbnya :

قال الله تعالى أنا أغنى الشركاء عن الشرك من عمل عملا أشرك معي فيه غيري تركته وشركه

“Allah Ta’ala berkata sesungguhnya Aku tidaklah butuh sekutu-sekutu dari kesyirikan, barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan, ia berbuat syirik bersamaku pada amalan tersebut dengan selainKu, Aku tinggalkan ia dan sekutunya”

(HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, fi kitabiz zuhdi war raqa’iq)

Semua ulama telah ijma' (bersepakat) bahkan telah shahih dari assunnah bahwa tafsir dari ayat tersebut adalah 'perintah Tuhan bahwasannya manusia diciptakan hanya untuk menyembah-Nya dengan menjalankan aspek kehidupan didasarkan pada apa yang telah shahih disampaikan utusan-Nya'

Aspek kehidupan yang dimaksud adalah sebuah penerapan 'gaya hidup maupun cara bertahan hidup seorang hamba'.
Dan hal ini membutuhkan sebuah 'pengorbanan' seorang hamba bagi mereka yang ingin tetap istiqomah dalam menerapkan agama yang telah diyakininya.

Namun,yang terjadi bahkan dari zaman nabi terakhir pun yang sudah berlalu beberapa abad hingga sekarang,sebagian besar kaum muslimin hanya MENERAPKAN SEBAGIAN DAN MENAFIKAN SEBAGIAN.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Ya,jawabannya adalah karena HAWA NAFSU.

Sebuah penafian,penolakan pasti didorong oleh faktor hawa nafsu ini,jarang sekali kaum muslimin yang benar-benar sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat).
Lalu faktor apa yang menyebabkan sami'na wa atha'na ini tak dapat sepenuhnya diterapkan?

Betul akhi,faktor apa yang menyebabkan sami'na wa atha'na ini tak dapat sepenuhnya diterapkan diantaranya adalah; karena usaha memadukan Islam agar selaras dengan gaya hidup yang sekarang sudah didominasi kaum kuffar.

Percayalah akhi,bahwasannya Islam akan selalu bertentangan dengan gaya hidup kaum kuffar,yang mana mereka cenderung menawarkan 'kesejahteraan' hidup di dunia namun sejatinya meracuni kehidupan kita untuk bekal di akhirat nanti.

NAMUN,para (maaf) kaum munafikun,mereka seolah ingin menjadi 'pahlawan Islam' dengan memperjuangkan agar islam selalu selaras dengan jaman.
Dari sini akan menimbulkan pemahaman baru tentang ISLAM YANG sebenarnya SUDAH SEPURNA INI,hingga pada merubah pemahaman tentang Islam yang shahih,pengesahan sebuah bid'ah dan yang paling mengerikan adalah sampai pada tingkat penafian sebuah hadits yang shahih.

Hingga muncul berbagai kelompok-kelompok Islam seperti JIL,LDII,HT,JT,IM dan lain sebagainya.
BUKANKAH ISLAM INI SATU ???

Untuk memahami Islam secara benar,bukankah TIDAK semua orang bisa memahami Islam ala sufi,khawarij,murji'ah,bathiniyyah,mu'tazillah,dan lain sebagainya????
APAKAH ISLAM INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI MEREKA YANG PANDAI saja???

Seharusnya Islam ini untuk semua bukan ???
Tapi ketahuilah saudaraku,semua orang bisa mempelajari Islam yang 'wajar' yaitu Islam yang sesuai dengan pemahaman para sahabat yang disampaikan oleh Rasululloh.Dan Islam yang benar tentu dapat diterima oleh semua orang baik yang pandai maupun yang bodoh,Islam itu mudah!

Jika kita perhatikan,hampir semua terbentur pada satu permasalahan saat seseorang ingin istiqamah terhadap Islam kaitan dengan gaya hidup di sebuah jaman,diantaranya adalah syubhat bahwasannya 'Islam jika seperti itu tidak cocok dengan jaman yang seperti ini'.
Ketahuilah akhi,memang inilah tujuan utama Iblis dari jaman nabi Adam beberapa abad yang lalu hingga dapat membuahkan hasil pada jaman berikutnya seperti jaman yang kita alami saat ini,yakni menghapuskan tauhid dan menyesatkan manusia dengan berbagai cara.

Lihat saudaraku!!!!

-Fenomena riba sudah menjadi jantung bisnis dan usaha.(bank,developer,yayasan tenaga kerja,dll)
-Pengalihan pandangan dalam menyikapi wanita yang bertelanjang.(lihat ; hampir semua jenis usaha menggunakan figur seorang wanita bertelanjang,pengesahan rok/pakaian mini dalam k-pop,presenter sebuah berita televisi swasta maupun presenter dalam program hiburan,iklan,sales,dsb)
-Standard sukses adalah kekayaan dan jabatan,standard pintar,pandai dan jenius adalah ahli duniawi.(dokter,psikolog,sastrawan,budayawan,politikus,profesor,dll)
-Budi pekerti dan akhlak hanyalah pelajaran dongeng yang sudah dianggap usang.(lihat remaja kita,rentang dengan provokasi,menuhankan kelompoknya bahkan free sex adalah sebuah budaya normal)
-Ghibah,gossip sudah menjadi 'surat kabar' bagi kalangan ibu-ibu tanpa merasa telah lepas dari Islam.(pancingannya kena!,iblis telah menang pent-)

Metode iblis dalam menciptakan 'Membuat Kerusakan > Melihat Reaksi Public > Memberikan Solusi' sudah menjadi kitab suci.(pengikut iblis yang bernaung atas nama Islam)

Oleh karena itu,artikel ini dipublikasikan yang bertujuan untuk sejenak membuka mata hati kita dan kembali merenungkan 'agama' apa yang sebenarnya sedang kita anut.

JIKA PEMAHAMAN KELIRU SEHINGGA MEREKA MENOLAK ISLAM,TIDAK LEBIH BERBAHAYA DARIPADA PEMAHAMAN YANG BERBEDA NAMUN MENGATASNAMAKAN ISLAM SEBAGAI AGAMANYA.

Satu-satunya pemahaman yang benar adalah pemahaman para sahabat Rasululloh,yang telah dipraktekkan langsung di hadapan Rasululloh,yang hanya bisa kita dapat dari do'a dan belajar ilmu yang syar'i.

**Ingatlah kematian,bukan kematian yang menunggu kita,melainkan kita yang menunggu kematian itu datang.

baca selengkapnya » Pemahaman yang Berbeda lebih Berbahaya daripada Pemahaman yang Keliru

(Selesai) Illuminati,Dajjal,Freemason,Lucifer,Satanic,666,Ufo di Mata Salafy

Bismillah - alhamdulillah,hanya karena atas izin dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala,penulis dapat melanjutkan kembali dalam melanjutkan pembahasan sesi terakhir seputar Dajjal,Freemasonry,illuminati,SatAnic,Lucifer,666,UFO dan Illuminati.
Semua disandarkan menurut Al-Qur'an dan Assunnah,bukan sekedar pemahaman,perkiraan,prasangka,syubhat maupun campur tangan sebuah kelompok atau golongan.

Setelah pada artikel ke-3 pada tema ini beberapa waktu yang lalu,kita mendapatkan kesimpulan bahwasannya:

-Fenomena illuminati,freemasonry,satanic,lucifer,666 dan sejenisnya hanyalah sebuah praktek kaum kuffar dalam mengabdi kepada iblis,sedang kita tahu bahwa kaum muslimin sudah dijelaskan baik dalam Al-Qur'an dan Sunnah bahwa iblis (syetan) adalah musuh yang nyata.

-Praktek 'konspirasi dan propaganda' ini sangat rentan menggiring kita pada bentuk kesyirikan dan bid'ah.

-Fenomena tersebut juga merupakan fitnah,sehingga hanya akan diikuti oleh para kaum kuffar,munafikun dari para kaum muslimin dan muslim yang sudah mulai terkikis ke-tauhid-annya.

-Dajjal bukan sebuah simbol atau bentuk propaganda maupun konspirasi,melainkan Ad-Dajjal adalah seorang pemuda dari bani adam,lelaki,berbadan besar,pendek,berambut keriting,buta mata sebelah kanan,dan ciri-ciri fisik yang lain seperti yang sudah dibahas pada artikel ke-3.

-UFO,jin? manusia? atau apa? ada dan benarkah keberadaannya?,
Ketahui dan yakinlah bahwa dalam Al-Qur'an,Allah subhanahu wa ta'ala hanya menyebutkan adanya manusia,malaikat,jin,hewan dan tubuh-tumbuhan.Adapun pengetahuan selain itu adalah bukan hak kita lagi,kendati demikian Allah subhanahu wa ta'ala maha mengetahui atas segala sesuatu.

-Dengan adanya 'makar' mereka telah jelas bahwasannya para kaum muslimin saat ini diambang sebuah fitnah yang sangat besar,meskipun pada saat artikel ini dipublikasikan,fitnah besar tersebut bukan fitnah dari Dajjal.

-Kenali diri kita,agama kita (Allah dan Rasul-Nya),manhaj kita,tujuan hidup kita,serta siapa yang telah menciptakan dan untuk siapa kita telah diciptakan.

-Praktek 'makar 'mereka justru memberitahukan dan membenarkan Al-Qur'an,bahwa mereka kaum kuffar tidak akan berhenti 'mendzalimi' kaum muslimin sampai kaum muslimin tersebut mengikuti mereka.

-Bentuk penyimpangan seperti Zodiak,Primbon,Dukun Ramal,Santet (Guna-guna termasuk susuk,penglaris pent-),dan sejenisnya,kaum muslimin yang berakal tentu sudah menganggap hal tersebut adalah jahil dan kufur,namun justru yang seharusnya kita tinggalkan dan harus lebih menjadi perhatian kita adalah bentuk syirik 'tersembunyi' yang akan menggiring kita pada kesyirikan yang nyata.

-Jangan menelan mentah-mentah sebuah berita dari berbagai media terutama televisi dan dalam dunia internet,perlu dikaji kembali dan wajib disandarkan pada Al-Qur'an dan Assunnah yang shahih.

-KETAHUILAH SAUDARA SAUDARIKU!!!,hampir seluruh tayangan televisi saat ini,TERKHUSUS dalam berbagai program-program hiburan (baik untuk dewasa dan anak-anak pent-),adalah bentuk 'CUCI OTAK' dalam usaha meninggalkan Islam yang kaffah.Waspadalah!!!

Untuk edisi berikutnya,penulis mengajak para pembaca yang budiman untuk menanggapi beberapa testi yang masih berkaitan dengan 'fitnah',akan kita bahas satu persatu juga akan kami sediakan pula ruang komentar dibawah setiap artikel yang akan dipublikasikan ini,diantara yang akan dibahas nanti adalah seputar;

1.Pemahaman yang berbeda lebih berbahaya dari pada pemahaman yang keliru.

2.Berbagai aksi dalam menghadapi bentuk 'provokasi' seperti reaksi menghadapi penghinaan nabi dalam film dan karikatur adalah bukti lemahnya iman Islam.

3.Para penghujat manhaj salaf yang dilakukan oleh beberapa 'pihak' yang 'mengatasnamakan' atau memang dari dalam tubuh Islam itu sendiri,adalah bukti nyata sesatnya sebuah bid'ah meskipun itu dipandang sebuah kebaikan.

4.Fitnah yang menggelikan adalah fitnah dari penisbatan bahwa 'salafy adalah sesat','salafy palsu','salafy wahaby'.

5.Orang yang saat ini terpedaya adalah orang yang belum menyadari bahwa sesuatu yang haq hari ini sebagian besar telah menjadi baatil dan yang baatil telah menjadi haq.

6.Doktrin dan dilema antara Bom,Teroris dan Islam.

7.Islamphobia,istilah sekarang dalam usaha meninggalkan ilmu syar'i.

Insya Allah.
baca selengkapnya » (Selesai) Illuminati,Dajjal,Freemason,Lucifer,Satanic,666,Ufo di Mata Salafy